Menado, Bunaken & Siladen

6 01 2010

Gunung Menado Tua

The Corals Of Bunaken

boats to bunaken

Siladen Beach





Beach House – Balikpapan

5 01 2010
the beach

salah satu sudut pemandangan pantai dari the beach house

the sky

sudut taman yang cantik

the most favorite





Politic 101 (Part 1)

18 10 2009

Tiap org mempunyai masalahnya masing-masing sehingga semua orang berjuang menyelesaikan masalahnya, apakah itu masalah keuangan, karir bahkan percintaan. Ada begitu banyak masalah yg sama tetapi yang membedakan adalah cara penyelesaian masalah yang ditempuh masing-masing orang. Dari tiap tindakan inilah seseorang dinilai oleh orang lain. Orang lain tidak menilai berdasarkan masalah yang dihadapi karena dalam kehidupan masalah akan datang silih berganti.

Kehidupan adalah rangkaian dari pilihan tindakan seseorang, tindakan ini berakibat pada masa depan orang ini serta bisa berpengaruh pada juga pada orang lain di sekitarnya. Pengaruh tindakan seseorang terhadap orang lain dapat terjadi karena adanya hubungan sosial – keluarga, persahabatan, cinta etc – dapat juga terjadi adanya hubungan dalam kegiatan ekonomi.

Jika seseorang dinilai oleh org lain bertindak dgn benar dan berhasil menyelesaikan masalahnya maka biasanya seseorang ini akan diberi kepecayaan oleh orang lain untuk membantu menyelesaikan mslh orang tersebut. Makin besar skala masalah dan luasnya komunitas orang yang dibantu penyelesaian masalahnya akan membawa orang itu ke posisi dimana ia menjadi seseorang yg berpengaruh dan dihormati. Jika sampai suatu saat orang ini dipercaya oleh komunitasnya untuk menyelesaikan masalah seseorang serta berhak menilai bahwa sesuatu yg terjadi dalam komunitas tersebut adalah masalah dan harus diselesaikan maka orang ini telah sampai kepada apa yg disebut berkuasa atau dengan kata lain hubungan dengan komunitas tersebut bukan lagi hubungan yang setara tetapi telah menjadi hubungan  yang berdasarkan kekuasaan dan disinilah kata politik muncul.




Statistik Pemerintah Indonesia

24 03 2009

Pemilu sudah dekat dari pada mendengar iklan keberhasilan dan janji-janji kampanye lebih baik mempelajari sendiri statistik pemerintah dari tahun ke tahun.

Perbandingan tingkat distribusi pendapatan penduduk Indonesia (%)

Tahun 40% Populasi Dengan Pendapatan Rendah 40% Populasi Dengan Pendapatan Menengah 20% Populasi Dengan Pendapatan Tinggi
2003 20.57 37.10 42.33
2004 20.80 37.13 42.07
2006 19.75 38.10 42.15

Perbandingan nilai ekspor dan impor per tahun ( USD).

Tahun Ekspor Impor Selisih
2001 56,320,904,904.00 30,962,141,071.00 25,358,763,833.00
2002 57,158,771,616.00 31,288,853,094.00 25,869,918,522.00
2003 61,058,246,995.00 32,550,684,286.00 28,507,562,709.00
2004 71,584,608,796.00 46,524,531,358.00 25,060,077,438.00
2005 85,659,952,615.00 57,700,882,616.00 27,959,069,999.00
2006 100,798,624,280.00 61,065,465,536.00 39,733,158,744.00
2007 114,100,890,751.00 74,473,430,118.00 39,627,460,633.00
2008* 118,458,217,908.00 112,373,560,211.00 6,084,657,697.00

Pinjaman Luar Negeri ( Juta USD )

Tahun Pemerintah Non Pemerintah Total
2003 81.666 53.735 135.401
2004 82.725 54.299 137.024
2005 80.072 50.580 130.652
2006 75.809 52.927 128.736
2007 80.609 56.320 136.929
2008 66.505 62.565 129.070

Perbandingan Nilai Ekspor Migas

Tahun Minyak Bumi Gas
Barrel Thousands US $ MBTU Thousands US $
2003 199.997 5,721,259 1,392,972 7,439,144
2004 159.298 5,848,352 1,322,910 8,313,980
2005 140.162 7,259,137 1,214,838 10,243,479
2006 127.333 7,904,665 1,172,360 11,863,511
2007 132.908 9,379,539 1,079,825 12,165,402
2008 123.343 11,442,411 1,067,734 11,442,411


Perbandingan Tingkat Inflasi

Tingkat Inflasi
Bulan Tahun Inflasi
Januari 2003 8.68%
Desember 2003 5.16%
Desember 2004 6.40%
Desember 2005 17.11%
Desember 2006 6.60%
Desember 2007 6.59%
Desember 2008 11.06%
Februari 2009 8.60%

sumber Biro Pusat Statistik, Bank Indonesia & World Bank





Pemilu 2009

20 03 2009

Sekarang kita sudah memasuki tahapan kampanya pemilu dengan metode rapat umum dan pengerahan massa setelah dari tahun lalu kita memasuki tahapan kampanye sosialisasi lewat media baik cetak dan elektronik tetapi sampai sekarang pun masih banyak di antara kita yang belum tahu bagaimana sih metode perhitungan suara sampai nantinya seseorang dapat menjadi wakil rakyat wakil dari kita dan duduk di DPR, DPRD 1 ataupun DPRD 2. Beberapa waktu lalu teman saya sempat termakan isu yang mengatakan bahwa dengan tidak memilih (golput) akan menguntungkan partai politik besar, hal ini tidaklah benar karena walaupun kursi DPR yang diperebutkan untuk suatu propinsi tergantung dari jumlah penduduk propinsi tersebut tetapi perolehan kursi tersebut ditetapkan dengan menghitung jumlah suara yang sah jadi suara yang tidak sah apalagi golput tidak akan diperhitungkan sehingga memilih untuk menjadi golput tidak akan menguntungkan pihak manapun. Perhitungan suara untuk menentukan perolehan kursi DPR dimulai dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Menghitung suara sah dari pemilu di suatu propinsi, jika suatu parpol total jumlah suara sahnya secara nasional berada di bawah 2,5 % jumlah suara sah nasional maka suara sah dari parpol tersebut tidak akan diperhitungkan dalam perhitungan perolehan kursi DPR. Pelajaran dari hal tersebut di atas adalah jika anda memilih secara sembarangan dan memilih parpol yang secara logika tidak akan memperoleh suara lebih besar dari 2,5 % suara nasional maka sama saja dengan membuang-buang waktu lebih baik anda tidak usah memilih alias golput.
  2. Setelah itu jumlah suara sah tersebut (poin 1) diperoleh maka jumlah suara sah tersebut dibagi dengan jumlah kursi DPR untuk propinsi tersebut untuk memperoleh apa yang disebut BPP DPR (Bilangan Pembagi Pemilihan DPR). BPP DPR ini gunanya untuk menentukan jumlah perolehan kursi parpol peserta pemilu. Misalnya dalam daerah pemilihan DKI 2 yang memperoleh jatah kursi DPR sebanyak 7 buah maka maka jika terdapat jumlah suara sah sebesar 2,1 juta BPP DPR untuk dapil DKI 2 adalah 2,1 juta / 7 = 300.000.
  3. Setelah BPP DPR didapat, maka untuk menentukan jumlah kursi yang didapat suatu parpol dilakukan pembagian jumlah suara parpol tersebut dengan BPP DPR. Misalnya parpol A di dapil DKI 2 memperoleh suara 900.000 maka jumlah kursi yang diperoleh adalah 900.000 / 300.000 = 3. Jadi parpol A akan memperoleh 3 kursi DPR, jika parpol B memperoleh suara 300.000 maka parpol B ini akan mendapat jatah 1 kursi DPR dan hal ini dilakukan sampai semua kursi DPR untuk dapil ini ( 7 kursi) habis terbagi.
  4. Untuk menentukan siapa yang berhak duduk di senayan maka dari daftar caleg suatu parpol , misalnya parpol A pada dapil DKI 2 dilakukan dengan melihat caleg yang memperoleh suara terbanyak dari daftar caleg parpol A dan karena parpol A memperoleh 3 kursi maka yang masuk ke senayan (DPR) adala 3 caleg yang mempunyai suara terbanyak.

Jadi begitulah sistem pemilu kita yang akan diadakan pada tanggal 9 April 2009 dan saya menganjurkan anda untuk memilih dan tidak golput tetapi jika anda ingin melaksanakan pilihan ada pilihlah dengan bijaksana. Selamat memilih.





Pilihan – Sebab & Akibat – Alasan

27 02 2009

Hidup adalah pilihan, semua orang di dunia sudah tahu tentang ungkapan itu. Pilihan yang kita ambil dalam hidup ini mulai dari hal yang sederhana seperti memilih menu sarapan atau yang penting seperti memilih pasangan hidup semuanya akan menghasilkan pilihan-pilihan yang baru yang harus kita pilih sekali lagi, semua pilihan itu akan menyebabkan timbulnya suatu konsekuensi atau akibat. Karena hubungan sebab – akibat yang saling bersusulan dari suatu tindakan memilih yang kita buat akan membuat kita sendiri sampai ke suatu titik dimana sebab dan akibat itu menjadi tidak jelas. yang mana yang merupakan ” sebab ” yang merupakan ” akibat “. Sebagai contoh adalah uraian kejadian sebagai berikut : jalanan macet – terlambat – teguran atasan – kinerja buruk – susah dapat promosi – stress – mengemudi ugal-ugalan – jalanan macet . Pertanyaannya apakah jalanan macetteguran atasan atau jalanan macet merupakan sebab dari teguran atasan ? Karena kebingungan ini kita manusia mempunyai suatu istilah baru namanya ” alasan “, alasan inilah yang merupakan penyelamat kita dari kebingungan antara kontroversi sebab – akibat. Dengan alasan inilah kita memperpendek suatu urutan kronologis sebab – akibat yang rumit dan merupakan cycle / dengan waktu yang lama. Karena dunia dimana manusia tidak dapat menentukan yang mana sebab dan yang mana merupakan akibat adalah dunia dimana dimensi waktu menjadi tidak berguna karena kacaunya urutan kejadian, misalnya yang mana duluan ada telur atau ayam ? ibu atau anak ? dan lain sebagainya. Dengan alasan ini juga maka manusia memperpendek ingatannya hanya dengan mundur maksimal 2 kejadian untuk menentukan alasan terjadinya sesuatu. Jika kita melihat kasus Jack The Ripper maka semuanya akan bermuara kepada keluarga yang berantakan atau cinta ditolak tetapi jika kita mau melihat lagi lebih dalam mungkin yang muncul malah fenomena revolusi industri dan kapitalisme di Inggris yang membuat banyak keluarga menjadi kehilangan norma-norma keluarga itu sendiri. Seorang Ponari merupakan suatu sebab atau hanyalah sebuah akibat ? Ataukah kita memilih budaya tahyul sebagai alasan dari munculnya fenomena ini ? Terus terang saya juga bingung apakah tulisan ini disebabkan karena kurang kerjaan atau tulisan ini merupakan akibat dari kurang kerjaan itu sendiri .





How to Make a Shutdown TImer

16 02 2009

Step 1.

Right Click on your desktop and choose “New->Shortcut”.

Step 2.

In the box that says “Type the location of the shortcut”,
type in “shutdown -s -t 3600” with out the quotation marks
and click next.

Note: 3600 are the amount of seconds before your
computer shuts down. So, 60secs*60mins=3600secs.

Step 3.

Make up a name for the shortcut and you’re done.
You can change the icon by right clicking->properities->change icon-> browse.

More Info:
To make an abort key to stop the shutdown timer just create
another shortcut and make the “location of the shortcut”
to “shutdown -a” without the quotes.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.