Celebrate Your Life

26 09 2008

To enjoy life you have to learn to look beyond the obvious.

Semua orang, anda dan saya mempunyai tempat yang unik dalam dunia ini. Kehidupan yang kita jalani melulu merupakan perjuangan untuk mendapatkan tempat tersebut. Jika kita berhasil mendapatkannya maka itu sudah merupakan takdir tetapi jika gagal itu merupakan nasib. Ya, nasib adalah kegagalan mencapai takdir – tetapi apakah kegagalan ini merupakan kehancuran atau neraka ? Bukan. Kegagalan ini merupakan hal yang wajar, semua orang mengalaminya karena selama kita masih hidup maka proses mengejar takdir atau masuk ke dalam kotak nasib terus terjadi bagai kita sementara berlari berputar-putar dalam lingkaran. The cycle of life ends with dead.

Perasaan bahagia atau tidak bahagia bukan suatu akhir tetapi suatu perhentian sementara, perjuangan berlanjut seperti kata William Shakespeare “ To be or not to be “. Tidak ada kata berhenti atau cukup yang ada adalah istirahat abadi jika Tuhan berkehendak menghentikan gerak langkah kita. Berbahagia adalah saat dimana kita berada di posisi takdir sambil melihat ke belakang semua tindakan dan keputusan yang telah kita ambil, tidak bahagia adalah ketika kita berada di posisi nasib dan melihat seluruh kesalahan yang kita perbuat. Berhenti sementara untuk membuat evaluasi melihat jauh ke dalam bukan pada yang terlihat tetapi melihat sampai bisa membayangkan kepingan-kepingan yang terbelah menyatu menjadi suatu keindahan.

Pencapaian seseorang tidak terbatas ras, umur, kelas, kekayaan, jenis kelamin dll tetapi terletak pada pikiran orang itu sendiri. Jika kita tidak bisa membayangkan sesuatu dapat terjadi maka kita tak kan mungkin membuat sesuatu itu jadi. Untuk dapat mencapai suatu tujuan kita harus dapat membayangkan diri kita telah sampai pada titik tersebutm dari situlah maka kita dapat mengambil keputusan bertindak. Tetapi pemikiran tanpa keberanian untuk bertindak adalah kosong sama halnya dengan iman tanpa perbuatan. No matter what you think, what you do does matter.

Menikmati kehidupan bukan dengan melihat kebehasilan tetapi dengan melihat jatuh bangunnya kita, merasakan suka duka proses berlari dalam lingkaran. Bertemu dengan teman-teman senasib, belajar dari teman yang berada di puncak takdir, membantu teman yang sedang berada di bawah dan berhenti sejenak mensyukuri segala sesuatu yang telah dan belum dicapai. Hidup indah karena banyaknya kemungkinan yang dapat terjadi jika hidup ini dapat diramalkan maka dimensi perasaan tidak lah diperlukan sementara perasaan lah yang membuat kita menjadi manusia.

Melihat hidup dengan tidak sekedar mengukur dengan uang dan ketenaran, tetapi menikmati hidup dengan lebih dalam lagi menjangkau semua impian, kebahagiaan bukanlah sesuatu yang berada dalam wujud fisik tetapi lebih kepada dimensi pikiran dan sikap. Salah satu cirri berbahagia adalah sikap berbagi – apakah itu berbagi senyum, semangat, tawa dll.

So enjoy your life coz life is too short and you’ll never know what happen next.


Mt. Elai, 25 September 2008


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: