Pilihan – Sebab & Akibat – Alasan

27 02 2009

Hidup adalah pilihan, semua orang di dunia sudah tahu tentang ungkapan itu. Pilihan yang kita ambil dalam hidup ini mulai dari hal yang sederhana seperti memilih menu sarapan atau yang penting seperti memilih pasangan hidup semuanya akan menghasilkan pilihan-pilihan yang baru yang harus kita pilih sekali lagi, semua pilihan itu akan menyebabkan timbulnya suatu konsekuensi atau akibat. Karena hubungan sebab – akibat yang saling bersusulan dari suatu tindakan memilih yang kita buat akan membuat kita sendiri sampai ke suatu titik dimana sebab dan akibat itu menjadi tidak jelas. yang mana yang merupakan ” sebab ” yang merupakan ” akibat “. Sebagai contoh adalah uraian kejadian sebagai berikut : jalanan macet – terlambat – teguran atasan – kinerja buruk – susah dapat promosi – stress – mengemudi ugal-ugalan – jalanan macet . Pertanyaannya apakah jalanan macetteguran atasan atau jalanan macet merupakan sebab dari teguran atasan ? Karena kebingungan ini kita manusia mempunyai suatu istilah baru namanya ” alasan “, alasan inilah yang merupakan penyelamat kita dari kebingungan antara kontroversi sebab – akibat. Dengan alasan inilah kita memperpendek suatu urutan kronologis sebab – akibat yang rumit dan merupakan cycle / dengan waktu yang lama. Karena dunia dimana manusia tidak dapat menentukan yang mana sebab dan yang mana merupakan akibat adalah dunia dimana dimensi waktu menjadi tidak berguna karena kacaunya urutan kejadian, misalnya yang mana duluan ada telur atau ayam ? ibu atau anak ? dan lain sebagainya. Dengan alasan ini juga maka manusia memperpendek ingatannya hanya dengan mundur maksimal 2 kejadian untuk menentukan alasan terjadinya sesuatu. Jika kita melihat kasus Jack The Ripper maka semuanya akan bermuara kepada keluarga yang berantakan atau cinta ditolak tetapi jika kita mau melihat lagi lebih dalam mungkin yang muncul malah fenomena revolusi industri dan kapitalisme di Inggris yang membuat banyak keluarga menjadi kehilangan norma-norma keluarga itu sendiri. Seorang Ponari merupakan suatu sebab atau hanyalah sebuah akibat ? Ataukah kita memilih budaya tahyul sebagai alasan dari munculnya fenomena ini ? Terus terang saya juga bingung apakah tulisan ini disebabkan karena kurang kerjaan atau tulisan ini merupakan akibat dari kurang kerjaan itu sendiri .


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: